Komunikasi Persuasif

 

Hallo pembelajar, Senang rasanya masih diberi kekuatan untuk berbagi.

Sahabat tentu mengetahui bahwa blog ini dibangun untuk menggenapkan wadah atau komunitas pembelajar Hipnotis. Tempat mengkaji dan mempelajari keilmuan bernama HYPNOSYS serta penerapannya di dalam kehidupan kita. Catatan kali akan memberikan informasi kepada Anda yang baru bersentuhan dengan Hipnotisme. Atau yang sedang mempelajari ilmu komunikasi pada umumnya.

Baiklah, kita akan mulai dari pemahaman bahwa komunikasi adalah seni. Bagaimana bisa komunikasi dikatakan sebagai seni?

Ya, jika merujuk pada konsep seni secara utuh maka di dalamnya dapat ditemukan dua unsur yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, yaitu: Etika dan Estetika. Keduanya menjadi kemasan yang menarik dan pantas bagi sebuah seni saat disajikan. Etika merujuk pada kepantasan, kepatutan yang dapat berbentuk nilai-nilai (value) atau aturan yang berkaitan dengan aturan-aturan (rule) tertentu, sedangkan Estetika merujuk kepada bentuk keindahan yang semestinya terdapat pada unsur seni. Jadi, komunikasi baiknya tetap memperhatikan nilai Etika dan Estetika sehingga dapat dipahami dan diterima sebagai sebuah seni (art).

Persuasif?

Menurut Wikipedia: Persuasi adalah suatu bentuk pengaruh sosial. Persuasi adalah proses membimbing diri sendiri atau yang lain terhadap adopsi ide, sikap, atau tindakan dengan cara rasional dan simbolik (meskipun tidak selalu logis).

Menurut KBBI: /per·su·a·sif//pérsuasif/ a bersifat membujuk secara halus (supaya menjadi yakin): hanya dng cara — pendekatan itu dapat dilakukan;dll.

Secara umum persuasi dapat diartikan sebagai membujuk seseorang agar mengikuti apa yang kita kehendaki.

Jika Anda pernah membaca artikel, ebook, atau buku panduan hipnosis penulisnya selalu dengan tegas mengatakan bahwa Hipnosis sangat berkaitan dengan Ilmu Komunikasi Persuasif. Tetapi juga tidak sedikit yang belum memahami bagaimana bentuk komunikasi persuasif diterapkan dalam Hipnosis.

Penjelasan di atas hanyalah bentuk dasar atau hanya bersifat tekstual. Sedangkan secara kontekstual, “Persuasif” tidak berhenti pada keterangan tentang komunikasi yang membujuk seseorang agar mengikuti keinginan kita, tetapi lebih dari itu seharusnya ada bentuk usaha agar seseorang mengikuti keinginan kita, dan bentuknya dalam komunikasi adalah memberi informasi yang meyakinkan pendengarnya. Sehingga tidak semua kalimat yang berbentuk ajakan dikatakan sebagai kalimat persuasif. Jadi tidak semua kalimat dalam bentuk sugesti hipnosis diikuti dan dituruti oleh klien, tetapi hanya bentuk kalimat yang mampu meyakinkan klien yang akan diterima dan diikuti dengan baik.

Misalnya, contoh kalimat dalam sebuah sesi Hipnoterapi berhenti merokok:

“Mulai saat ini Anda memilih berhenti merokok. Dan Anda menyadari betul hal tersebut. Serta memilih mengikutinya dengan baik” (belum persuasif)

“Karena Anda menyadari bahwa rokok mengandung zat-zat yang berbahaya untuk kesehatan diri Anda, dan dapat mempengaruhi ekonomi Anda, maka saat ini dan seterunya Anda memilih untuk berhenti merokok dengan kesadaran tinggi” (persuasif)

Jika Anda ingin melengkapinya agar lebih terlihat meyakinkan, bentuk kalimat persuasif dapat dikuatkan dengan menyajikan data-data yang diperlukan, misalnya:

  1. Rokok bukan hanya mengganggu kesehatan Anda, tetapi orang-orang tercinta di sekitar Anda,
  2. Rokok menjadi salah satu yang menyebabkan ekonomi Anda saat ini menjadi tidak stabil,
  3. Rokok membuat rumah Anda menjadi tidak bersih,
  4. Dll.

Tujuan penambahan data-data di atas agar klien menjadi kuat keyakinannya untuk segera berhenti merokok. Hal ini dapat diterapkan juga dalam kasus terapi menurunkan berat badan, Anda tentu dapat membuat data-data yang dapat digunakan sebagai penguat agar klien benar-benar merasa penting untuk menurunkan berat badannya kan?.

Dengan memahami definisi persuasif secara baik dan benar maka kita semakin mudah menggunakan kemampuan komunikasi yang mampu mempengaruhi seseorang tanpa perlu ada perdebatan sedikitpun dan dapat diterima serta dipahami oleh pikiran bawah sadar seseorang.

Jadi, Komunikasi Persuasif adalah bentuk komunikasi yang mengajak, mempengaruhi, sekaligus membujuk dengan cara memberikan informasi yang meyakinkan agar seseorang menerima dan mengikuti setiap saran yang kita sampaikan.

Anda bisa menerimanya?

-Salam-

 

Berbagi itu indah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*